Input your search keywords and press Enter.

Pengertian, Fungsi Dan Struktur Organ Pada Tumbuhan

Tumbuhan dan manusia memang memiliki hubungan yang sangat penting. Pasalnya manusia banyak jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi manusia. Dan keduanya juga sama-sama mahluk hidup yang pastinya memiliki kehidupan dan organ-organ yang dapat membantu berlangsung hidup keduanya. Nah jika kita sudah terlalu sering membaha mengenai organ yang terdapat pada manusia. Kali ini saya akan menjelaskan mengenai struktur organ pada tumbuhan beserta fungsinya.

Pengertian Organ Tumbuhan

Salah satu dari klasifikasi makhluk hidup yang secara biologi merupakan tumbuhan yang termasuk dalam golongan organisme multiseluler atau organisme yang terdiri atas banyak sel. Organ tumbuhan mencakup akar, batang, daun, bunga dan buah beserta biji. Seperti halnya sebuah sistem, struktur organ pada tumbuhanpun saling berhubungan dan tentunya mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Jaringan-jaringan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tingkatan yang lebih tinggi dari jaringan adalah organ. Selain itu, setiap organ pada tumbuhan mempunyai fungsi tertentu yang khusus dan saling berhubungan serta saling mendukung satu sama lainnya. Hal ini akan membentuk fungsi yang sempurna dan saling melengkapi untuk menghasilkan fungsi tersendiri dari srtuktur organ tumbuhan tersebut. Organ tumbuhan terdiri atas akar, batang, daun, bunga dan buah. Untuk mengetahui lebih dalam lagi, saya akan menjelaskan di bawah ini.

Akar

Akar merupakan salah satu bagian tumbuhan dan tumbuhnya di dalam tanah. Pada umumnya akar berada di dalam tanah. Akar memiliki struktur luar yang terdiri dari daerah perumbuhan akar, tudung akar dan bulu akar. Akar dapat dikatakan sebagai organ pada tumbuhan yang terbentuk dari beberapa jaringan yang berbeda. Akar berasal dari bagian akar lembaga yang letaknya di bagian biji tumbuhan.

Pada tumbuhan tingkat tinggi yakni dikotil dan monokotil akarnya sudah merupakan akar sejati. Sedangkan untuk tumbuhan tingkat rendah seperti lumut, akar mempunyai struktur yang amat kuat. Akar berkembang dari meristem apikal ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Salah satu ciri yang menarik dari akar tumbuhan adalah akar tersebut akan tumbuh terus.

Struktur luar akar terdiri atas tudung akar, daerah pertumbuhan akar dan bulu akar. Bagian-bagian akar yang paling dalam dapat diamati dengan cara memotong akar tersebut secara melintang. Akar bisa mulai berkembang dari bagian meristem apikal yang pada ujung akarnya dilindungi oleh bagian tudung akar (sering disebut dengan kaliptra).

  • Fungsi

Fungsi dari tudung akar ialah sebagai pelindung bagian ujung akar pada saat melakukan proses menembus tanah. Pembelahan sel meristem apikal membentuk daerah pemanjangan yang disebut daerah/zona pemanjangan sel. Kemampuan penjalaran akar ini memungkinkan tumbuhan mengambil berbagai jenis unsur hara dari sekitar tempat tumbuhnya.

Berikut fungsi akar bagi tumbuhan :

  • Menyokong serta memperkuat tumbuhan untuk berdiri di tempat hidupnya.
  • Menyerap air serta berbagai macam garam mineral dari dalam tanah.
  • Mengangkut air serta berbagai zat-zat makanan yang sudah diserap ke tubuh tumbuhan.
  • Pada beberapa jenis tumbuhan, akar dapat berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya pada tumbuhan bakau

Bagian-bagian yang ada pada akar terbagi menjadi struktur luar dan struktur dalam. Pada struktur luar akar terdapat bagian-bagian berikut:

  1. Epidermis : Epidermis pada akar terdiri dari 1 lapisan sel yang tersusun rapat, dengan dinding sel epidermis yang tipis, hal ini berfungsi agar dapat dengan mudah menembus air.
  2. Korteks : Merupakan jaringan yang tersusun dari lapisan-lapisan sel dengan dinding yang tipis dan memiliki ruang antar sel yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas.
  3. Endodermis : Bagian endodermis terdiri dari satu lapis sel yang cukup rapat, kemudian terjadi proses penebalan gabus pada bagian dinding selnya. Endodermis merupakan bagian pemisah antara bagian korteks dan juga bagian stele.
  4. Stele (selinder pembuluh) : Stele mempunyai pembuluh dan jaringan pelengkap. Pada bagian terluar Stele mempunyai beberapa sel perisikel yang mempunyai kemampuan membelah diri dan tumbuh membesar cepat untuk membentuk cabang akar lateral.

Batang

Batang merupakan bagian utama tumbuhan yang berada diatas tanah dan berfungsi mendukung bagian bagian tumbuhan lainnya seperti daun, bunga dan buah. Batang memiliki ruas dan antarruas. Pada ruas akan muncul bunga atau tunas daun. Letak cabang-cabang pada batang berfungsi menempatkan daun dalam posisi yang memungkinkan daun mendapat cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Tanpa batang tumbuhan yang berpembuluh tidak bisa hidup karena titik tumbuh berasal dari batang.

Fungsi

Batang memiliki berbagai macam fungsi diantaranya yaitu tempat untuk mengangkut air dan mineral, mengarahkan tumbuhan agar mendapatkan cahaya yang cukup dan sebagai cadangan makanan.

Fungsi batang pada tumbuhan antara lain:

  • Tempat menyimpan cadangan makanan
  • Tempat melekatnya daun, bunga dan buah
  • Menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun serta menyalurkan zat makanan dari daun ke seluruh tubuh
  • Mengarahkan tumbuhan agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup

Jika berdasarkan anatomi batang, struktur batang ada tiga jaringan. Yaitu epidermis, korteks dan stele.

  1. Epidermis : Batang yang tersusun dari selapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel dan berkutikula.
  2. Korteks : Bagian batang yang tersusun atas jaringan parenkin yang berkloroplas. Sel-selnya berdinding tipis dan tersusun tidak beraturan dengan ruang antarsel cukup lebar.
  3. Endodermis : Lapisan korteks yang paling dalam dan berbatasan dengan silinder pusat, memiliki sel-sel yang bentuk dan susunannya khas.
  4. Stele (silinder pusat) : Stele merupakan bagian lapisan paling dalam dari bagian batang. Di bagian dalamnya ditemukan bagian sel parenkim dan juga bagian berkas pengangkut.
  5. Kambium : Terletak di antara xilem dan floem. Kambium menyebabkan batang mengalami penambahan diameter. Fungsi kambium adalah untuk membentuk xilem dan floem.
  6. Silinder Pusat : Silinder pusat atau stele adalah tersusun atas beberapa jaringan, yaitu berkas pengangkut, empulur dan perikambium.

Pada percabangan batang sering kali terdapat kuncup-kuncup yang terletak di bagian samping batang. Kuncup-kuncup ini nantinya merupakan unsur pembentuk cabang.

Daun

Salah satu organ yang sangat memegang peranan penting dalam kehidupan tumbuhan yang disebut dengan daun. Daun itu termasuk salah satu bagian organ tumbuhan yang tumbuh di ranting. Pada umumnya daun berwarna hijau karena memiliki zat hijau daun atau klorofil. Daun juga merupakan organ terpenting bagi sebuah tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan ialah suatu organisme autotrof obligat yang harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui suatu konversi cahaya matahari menjadi energi kimia.

Tetapi beberapa jenis tumbuhan memiliki daun berwarna merah. Contohnya saja, daun bunga ekor bajing. Tulang daun pada tumbuhan memiliki susunan yang berbeda-beda, tulang daun pada tumbuhan monokotil berbeda dengan tumbuhan dikotil. Di dalam daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi.

Tulang daun melengkung memiliki susunan tulang melengkung dengan ujung-ujung tulang bertemu di satu titik. Tulang daun melengkung ini dimiliki oleh daun sirih dan eceng gondok. Tulang daun sejajar berbentuk garis lurus sejajar. Akan tetapi, pada tumbuhan air yang mengapung, seperti teratai, hanya memiliki stomata di permukaan atas daun. Kutikula pada daun dapat dilihat sebagai lapisan bening yang tahan air.

Fungsi

Fungsi dari daun sebagai bagian dari tumbuhan adalah untuk digunakan sebagai tempat melakukan proses fotosintesis atau pun produksi dari bahan-bahan makanan. Daun memiliki peran penting bagi proses kelangsungan tumbuhan, untuk itu apasih fungsi daun tersebut? Berikut fungsinya:

  • Tempat melakukan fotosintesis : Yaitu suatu proses pengolahan atau produksi sebuah makanan dari karbondioksida (CO2) yang melalui stomata dan air menjadi sebuah zat tepung dengan bantuan sebuah energi cahaya.
  • Sebagai organ pernapasan : Organ Pernafasan daun yaitu stomata, yang berfungsi sebagai organ respirasi
  • Sebagai tempat terjadinya penguapan air : Proses transpirasi atau penguapan, apabila tubuh tumbuhan kekurangan atau kelebihan air, bagian daun yang dapat mengurangi penguapan adalah lapisan zat lilin atau kutikula yang terdapat pada permukaan atas daun.
  • Sebagai alat untuk perkembangbiakan tumbuhan : sebagai proses pertukaran gas yakni O2 (sering disebut sebagai Oksigen) dan CO2 (sering disebut sebagai karbondioksida) karena terdapatnya stomata dan juga gutatoda.

Nah, setelah menjelaskan berbagai fungsi dari daun, sekarang saya akan jelaskan struktur daun tersebut di bawah ini:

  1. Epidermis : Epidermis pada daun terletak pada bagian permukaan yang ada di atas daun (yang sering disebut sebagai permukaan adaksial). Pada bagian lapisan ini tidak tersedia suatu ruang antar sel-sel.
  2. Kutikula : Melapisi permukaan daun dan mengalami penebalan oleh zat kitin. Fungsi kutikula adalah untuk mencegah penguapan melalui permukaan daun.
  3. Berkas Vaskuler : Penyusun berkas vaskuler pada daun yakni folem dan juga xilem yang letaknya pada bagian tulang daun, bagian tulang-tulang cabang, dan juga bagian urat-urat daun yang tampak menonjol di bagian permukaan yang ada di bagian bawah daun.
  4. Spons ( jaringan bunga karang ) : Pada bagia terdapat berkas pengangkutan yang berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan hasil fotosintesis.
  5. Stomata : Mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis dan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis.
  6. Klorofil : emakin banyak jumlah klorofil yang berada di dalam daun, maka proses fotosintesis berlangsung semakin cepat. Pembentukan klorofil memerlukan cahaya matahari, karena itulah kecambah yang ditumbuhkan di tempat gelap, tidak dapat membuat klorofil dengan sempurna.

Bunga

Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik. Bunga dapat muncul secara tunggal maupun bersama-sama dalam satu rangkaian. Oleh karena itu pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Bunga dapat muncul secara tunggal maupun bersama-sama dalam satu rangkaian. Bunga yang muncul secara bersama-sama disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence.

Pada beberapa spesies, bunga majemuk dapat dianggap awam sebagai bunga (tunggal). Bunga sebenarnya merupakan ialah suatu modifikasi tunas batang atau tunas daun yang berwarna, bentuk, serta susunannya di sesuaikan dengan kepentingan tumbuhan itu sendiri. Bunga dapat dikatakan sebagai organ tambahan, karena merupakan hasil dari modifikasi batang. Dengan demikian, organ bunga dan buah disebut pula sebagai organ tambahan.

Bunga sebenarnya merupakan hasil dari modifikasi batang, sedangkan buah berasal dari bakal buah yang terdapat pada bunga dan telah mengalami pembuahan. Bunga sejati ialah modifikasi tunas daun atau tunas batang dimana bentuk, warna, dan susunannya di sesuaikan atas kepentingan tumbuhan tersebut.

Fungsi

Fungsi biologi bunga adalah organ seksual, sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Bunga berfungsi sebagai alat reproduksi pada tumbuhan. Berikut merupakan fungsi bunga pada tumbuhan:

  • Sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan
  • Untuk sistem reproduksi seksual dari tanaman (andresium – jantan dan ginesium – betina) – baik bunga berumah satu dan dua
  • Sebagai organ seksual, dimana bunga merupakan tempat menyatunya gamet jantan dan juga gamet betina pada tumbuhan
  • Sebagai organ untuk bertahan pada kondisi yang kurang menguntungkan
  • Sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga bertujuan memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
  • Untuk meneruskan proses perkembangbiakan, karena bunga ada juga yang berproses menjadi biji, yang kemudian bisa ditanam kembali.

Agar bunga tetap terlihat indah, bagian-bagian dari bunga ikut berperan memiliki fungsi masing-masing untuk saling melengkapi agar bunga selalu terlihat indah.

  1. Kelopak Bunga : untuk membungkus dan melindungi kuncup bunga sebelum mekar. Umunya kelopak bunga ini memiliki bentuk dan warna yang menyerupai daun.
  2. Bagian tangkai bunga : Tangkai bunga atau yang dalam bahasa latin juga dikenal sebagai pedicellus merupakan bagian cabang terakhir antara tangkai induk bunga hingga bagian dasar bunga.
  3. Dasar bunga : Dasar bunga berada pada bunga bagian bawah yaitu di atas tangkai bunga. Dasar bunga berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.
  4. Mahkota bunga : Mahkota bunga mempunyai warna cerah. Mahkota bunga mempunyai fungsi untuk menarik serangga yang dating, kemudian akan menyerbuki bagian bunga.
  5. Putik : Ini termasuk alat kelamin betina. Ujung putik tersebut disebut dengan kepala putik. Bagian putik ini bentuknya panjang disebut juga dengan tangkai putik. Ini akan melakukan proses penyerbukan pada bagian bawah putik yang akan menghasilkan buah.
  6. Benang sari (stamen) : Bagian fertil pada bunga yang terdiri dari kepala sari (anthera), berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari. Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada bunga.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang “umum”, spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain.

Buah Dan Biji

Biji merupakan alat utama untuk berkembang biak dan juga untuk menyebar. Bisa dibilang, biji merupakan alat vital dari tumbuhan. Proses pembuahan akan menghasilkan sel telur yang berubah menjadi biji. Buah adalah bagian utama dari segala macam jenis Tanaman ataupun tumbuhan yang memiliki bunga, yang merupakan bagian dari proses terciptanya buah yang disebut dengan istilah ovarium.

Daging buah bagi tanaman berguna untuk melindungi biji. Sedangkan biji tidak terbungkus daging buah, misalnya biji kedelai, kacang tanah, padi. Apabila serbuk sari dan putik telah masak dan terjadi penyerbukan yang diikuti pembuahan maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji.

Apabila serbuk sari dan putik telah masak dan terjadi penyerbukan yang diikuti pembuahan maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah. Dimana bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik.

Fungsi

Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan. Secara garis besar, dimana tadi telah dijelaskan di atas, bahwa buah dan biji memiliki fungsi yaitu :

  • Melindungi dan membantu dalam proses penyebaran biji, sehingga tumbuh jauh dari induknya.
  • Sumber makanan
  • Sebagai pembentuk tumbuhan baru
  • Sebagai alat perkembang biakan

Berdasarkan jumlah keping yang dimiliki, biji dapat di bedakan menjadi dua yaitu :

  1. Biji berkeping satu, misalnya biji jagung, padi, melinjo, salak dan pepaya
  2. Biji berkeping dua, misalnya kedelai, petai, kacang tanah, jengkol, kacang hijau

Adapun buah yang terbentuk dari bakal buah dan biji tumbuh dengan mengambil makanan yang tersimpan di dalam endosperm atau kotiledon. Selain itu buah juga memiliki beberapa struktur organ yaitu sebagai berikut :

  1. Lapisan Luar (Eksokarp) : Lapisan luar buah disebut juga kulit buah. Kulit buah pada tumbuhan ada yang keras dan ada yang lunak, Kulit buah pada buah kering umumnya keras, misalnya buah kacang tanah. Namun ada juga buah yang memiliki eksokarp tipis, misalnya buah tomat.
  2. Lapisan Tengah (Mesokarp) : Biasanya tipis seperti selaput, disebut juga dengan kulit ari. Pada beberapa jenis buah, lapisan tengah ini biasa disebut daging buah. Contoh pada buah mangga dan buah apel.
  3. Lapisan Dalam (Endokarp) : Endokarp merupakan lapisan paling dalam pada buah dan biasanya mengelilingi biji. Endokarp ini memiliki dua tekstur yaitu ada yang lunak dan keras. Pada buah – buah berdaging lunak dan tebal, umumnya endokarp bersifat lunak. Pada buah kepala, endokarpnya bertekstur sangat kaku dan keras yang kita kenal dengan tempurung kelapa.

Itulah penjelasan mengenai struktur organ yang terdapat pada tumbuhan. Dimana mereka saling melengkapi satu sama lain. Seperti halnya sebuah sistem, struktur organ tumbuhan memiliki ikatan dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tingkatan yang lebih tinggi dari jaringan adalah organ. Sehingga setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan saling bergantung dan saling mempengaruhi satu sama lainnya.